Senin, 22 Desember 2014

APA ITU PSP3???

Berbicara tentang pembangunan nasional, tidak akan pernah ada habisnya. Pembangunan yang merupakan bagian mendasar dalam peradaban suatu negara pasti akan diprioritaskan. Salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional adalah pembangunan ekomoni. Negara dapat dikatakan sebagai negara maju, berkembang dan terbelakang dikarenakan faktor pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara. Tidak heran banyak negara yang memprioritaskan pembangunan ekonomi sebagai tujuan awal dalam pembangunan negaranya.

Pembangunan ekonomi di Indonesia masih belum stabil. Hal tersebut dikarena tidak meratanya dalam pembangunan. Sentralisasi pembangunan banyak dilakukan di kota-kota besar, yang akhirnya menimbulkan perbedaan yang nyata antara daerah kota dan daerah yang jauh dari kota. Salah Satunya adalah pembangunan di perdesaan dapat dikatakan daerah yang  jauh dari kota.

Pusat administratif terkecil dapat dilihat di desa. Desa merupakan daerah yang sangat istimewa. Hal tersebut dapat dilihat dalam suatu desa mempunyai adat, budaya, kebiasaan, potensi, sampai pada proses politik dalam pemilihan kepala desa. Keistimewaan desa tersebut masih kurang disadari oleh sebagian orang atau memang mereka cenderung melihat kota. Inilah yang mengakibatkan banyaknya urbanisasi dari desa ke kota. Urbanisas mengakibatkan penduduk desa yang kebanyakan para pemuda akhirnya lebih memilih meninggalkan desanya untuk mengadu nasib di kota. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, perlu upaya serius dan strategis untuk mengatasi  ketimpangan pembangunan yang ada di kota dan desa.


Salah satu program yang cukup efektif dalam mengatasi masalah ini adalah PSP-3 (Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan) Program ini merupakan program unggulan dari Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Tujuan program ini tidak lain adalah untuk mendelegasikan pemuda unggul yang ada di Indonesia untuk mengabdikan dirinya di desa. Dengan harapan desa tersebut akhirnya mampu berdikari dan dapat mempunyai keunggulan lokal sebagai kekuatan ekonomi  yang mempunyai berdaya saing tinggi.

Tugas utama dari peserta program PSP-3 dalam pembangunan daerah perdesaan ada tiga hal yakni; kegiatan Penggerakan, kegiatan pendampingan dan kegiatan kemandirian. Melalui kegiatan penggerakan diharapkan mampu untuk mengaktifkan atau membangun kegiatan masyarakat yang ada di perdesaan. Kegiatan pendampingan diharapkan mampu untuk mengawal roda pemerintahan yang ada di perdesaan sekaligus kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada di perdesaan. Melalui kegiatan kemandirian diharapkan para peserta program PSP-3 mampu menjadi pribadi yang mandiri sekaligus mendukung kemandirian masyarakat di daerah penempatan. 
Foto bersama setelah acara penutupan pembekalan peserta PSP-3

Jumat, 28 November 2014

BERBAGI KREATIFITAS DENGAN SESAMA

Akhirnya setelah memalui proses panjang blog Rumah Kreatif dibuat juga. Pada awalnya belum ada ide untuk membuat blog khusus Rumah Kreatif. Seiring berjalannya waktu dan banyaknya permintaan dari rekan-rekan jejarig sosial, akhirnya dibuatlah blog khusus Rumah Kreatif. Melalui blog ini akan dibagikan ide-ide kreatif serta informasi tentang kegiatan di Rumah Kreatif. Harapannya melalui blog ini ide kreatif dari Rumah Kreatif bisa dipelajari oleh banyak orang. 

sebagai informasi, ide awal didirikannya Rumah Keatif ini berdasarkan hasil obrolan singkat antara peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP3) penempatan Gampong Kuta Ateuh yakni Al Khosim dan Bella Janesia dengan pemuda desa Gampong Kuta Ateuh Hijrah Saputra. Hasil pertemuan pada tanggal 7 Oktober 2014 itu langsung ditanggapi dengan dibuatnya rancangan kegiatan di Rumah Kreatif. Pelaksanaan kegiatan Rumah Kreatif sendiri diadakan di sekretariat PSP3 Gampong Kuta Ateuh yag berlamat di Jl. Letjen Suprapto No. 50 Jurong M. Thaib Gampong Kuta Ateuh Ke. Suka Karya Kota Sabang. 

Gambar pembuatan lampion benang
Rumah Kreatif ini pertama kali diperkenalkan ke masyarakat Gampong Kuta Ateuh pada tanggal 26 Oktober 2014. Materi yang pertama diajarkan pada kelas kreatif saat perkenalan ini adalah pembuatan Lampion Benang. Kegiatan ini menarik perhatian dari anak-anak dan remaja sekitar Gampong Kuta Ateuh. Materi tentang pembuatan lampion benang ini sendiri disampaikan oleh Hijrah Saputra yang merupakan salah satu dari pemuda Gampong Kuta Ateuh. 

Pada perkenalan pertama Rumah Kreatif juga dilakukan pengenalan jenis jajanan pasar sebagai bentuk sosialisari dari rasa empek-empek gandum. Empek-empek ini dibuat sebagai salah satu bentuk industri rumah tangga untuk kegiatan kemandirian dari peserta PSP3 Gamppong Kuta Ateuh.





Tanggapan positif akan keberadaan Rumah Kreatif ini  didapatkan dari masyarakat sekitar Gampong Kuta Ateuh. Masyarakat memberikan dukungan penuh akan keberlanjutan kegiatan Rumah Kreatif. kegiatan Rumah Kreatif ini pun terus berlanjut sampai saat ini. Kegiatan Rumah Kreatif sendiri selalu diadakan pada hari Minggu jam 09.00-12.00 WIB. Peserta dari berbagai usia bisa hadir dan ikut aktif dalam kegiatan Rumah Kreatif. Bagi para pembaca ditunggu kehadirannya dan kontribusinya di Rumah Kreatif ya...