Rabu, 21 Oktober 2015

TIPS MENGHADAPI PEMBELI YANG SUKA MENAWAR



Kemampuan menjual bagi paramuniaga sangat penting. Hal yang lebih penting lagi dari kemampuan menjual adalah menjual dengan harga optimal bahkan maksimal. Tantangan yang dihadapi pramuniaga umumnya para konsumen selalu ingin membeli dan hanya tertarik membeli produk yang berkualitas dengan harga minimal. Kondisi ini membentuk suasana tawar menawar antara pramuniaga dan pembeli yang kadang kala sangat menjemukan bagi pramuniaga. Ada beberapa tips yang dapat diterapkan oleh para pramuniaga dalam menjual produk untuk mendapatkan keuntungan maksimal  dalam menghadapi pembeli yang suka meminta potongan harga.
1.      Balas semua penawaran dengan senyuman
Senyum dan keramah tamahan pramuniaga seringkali membuat para pembeli enggan untuk menawar. Dengan adanya pelayanan yang memuaskan akan membuat pembeli untuk cenderung membeli dengan harga yang ditawarkan. Selain itu, keramah tamahan akan membuat pembeli merasa nyaman dan tidak rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli produk walaupun mereka terkadang tidak embutuhkannya. Ingat kenapa setiap pameran mobil selalu mengikutsertakan para penjual atau pramuniaga yang berkepribadian dan penampilan menarik!

2.      Sampaikan kepada pembeli keunggulan produk dan kesesuaiannya dengan harga
Saat terjadi kalimat penawaran pertama kali dali mulut pembeli, segera ceritakan keunggulan produk. Cerita tentang keunggulan produk harus disampaikan sealamiah mungkin dan sesuai dengan fakta. Jika mendengar keunggulan produk maka pembeli akan yakin bahwa uang yang dikeluarkan memang teppat sesuai dengan kualitas yang akan didapatkan.

3.      Sebutkan produk pembanding
Jika tahap pertama maupun kedua belum berhasil, sampaikann kepada pembeli kualitas seperti apa yang akan didapat dengan harga yang pembeli sebutkan. Seringkali kekurangtahuan para pembeli menyebabkan pembeli menyamaratakan setiap produk. Nah, saat seperti ini kita perlu menceritakan produk pembanding.

4.      Konsisten dengan apa yang telah dikatakan
Jika ketiga tahapan diatas telah dilalui dan kesepakatan harga belum juga tercapai jangan pernah menurunkan harga lagi. Komitmen diawal yang bias dipertahankan sampai akhir akan membuat sang pramuniaga mendapatkan kredibilitas. Ingat trik para pembeli yang suka meninggalkan took dan berharap ingin dipanggil atau dikejar oleh penjual. Jadi, jangan pernah melakukan hal seperti itu, karena akan menyebabkan pengulangan kejadian yang sama dan akhirnya akan merepotkan sang pramuniaga sendiri.

Jika semua tips diatas telah dilakukan dan masih belum juga terjadi penjualan dengan harga optimal, koreksi produk dan kesesuaian dengan pasar. Ingat dalam penjualan seringkali produk harus menyesuaikan selera pasar. Kalau produk tidak ingin disesuaikan dengan selera pasar maka kemampuan pramuniaga untuk mengarahkan pangsa pasar untuk tertarik terhadap produk itu yang perlu diasah. 

Jumat, 13 Maret 2015

PEMBUATAN KOTAK TISU DARI ECENG GONDOK






Tahukah kamu bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai produk kreatif yang unik dan bersahabat dengan lingkungan? Nah kalau belum tahu cara memanfaatkan eceng gondok menjadi produk yang unik dan kreatif maka ini adalah salah satu langkah untuk pemanfaatan eceng gondok. Salah satu produk kreatif dari pemanfaatan eceng gondok yang dilakukan Rumah Kreatif yang ada di Gampong Kuta Ateuh Kota Sabang adalah pembuatan tempat tisu dan tempat pensil. Caranya pemanfaatannya adalah sebagai berikut:
  1. Lakukan pemanenan eceng gondok yang ada di perairan dengan cara memotong pangkal pelepah yang telah cukup tua. Pelepah yang siap olah ditandai dengan warna pelepah yang telah hijau tua dan konsistensi pelepah yang keras.
  2.  Pisahkan daun dari pelepah dengan cara dipotong menggunakan pisau atau alat pemotong lainnya.
  3.  Keringkan dengan cara kering udara atau dibawah terik matahari. Pengeringan ini akan menentukan warna alami akhir yang akan didapat dari proses pengeringan eceng gondok.
    Panas yang terlalu terik akan menghasilkan warna pelepah kering yang cenderung coklat tua.
  4.  Setelah kering pelepah eceng gondok dibelah dan dibersihkan bagian busa dalam pelepah. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan lembaran pelepah eceng gondok yang tipis, bersih serta lebih mudah untuk pemanfaatannya.
  5.  Lembaran pelepah dapat ditempelkan dikotak tisu atau tempat pensil yang telah dibuat dari kardus bekas menggunakan lem kayu. Kreasi dari penempelan ini dapat dilakukan sesuai dengan selera dan hasil akhir yang diinginkan.


6.      Selat mencoba dan semoga bermanfaat... Oh ya buat kamu yang suka dengan produk eceng gondok ini tapi belum berkesempatan untuk produksi tenang saja kamu bisa pesan produk ini melalui laman facebook Rumah Kreatif Sabang.

Kamis, 05 Februari 2015

ROADSHOW RUMAH KREATIF: PKK BALOHAN [VIRGIN COCONUT OIL]


Pada tanggal 22 Januari 2015 lalu Rumah Kreatif bersama dengan KKN Unsyiah, Unri, dan UNS berkumpul bersama untuk sosialisasi pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan sirup kelapa bersama ibu-ibu PKK Gampong Balohan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang PKK gampong Balohan. Instruktur dalam kegiatan ini adalah peserta KKN penempatan Gampong Balohan.

Ibu-ibu PKK dan warga Gampong Balohan yang hadir cukup ramai. Para peserta sangat tertarik megikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Antusias ini terlihat jelas dari aktifnya para peserta saat berlangsung kegiatan. Instruktur yang menyampaikan materi tentang pembuatan VCO dan sirup dari air kelapa hijau pun tidak kalah semangatnya.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan mencicipi sirup serta selai yang telah dibuat oleh peserta KKN penempatan Gampong Balohan. Ternyata sirup dan selai yang dibuat oleh peserta KKN ini sangat luar biasa rasanya. Semua peserta menjadi rebutan untuk mencicipi hasil karya peserta KKN ini.

Foto bersama setelah acara sosialisasi pembuatan VCO



ROADSHOW RUMAH KREATIF: PUTRO IJO ANEUK LAUT [EMPEK-EMPEK]


Pada Tanggal 1 Februari 2015 lalu rumah kreatif berkesempatan untuk berbagi ide dengan masyarakat di Aneuk Laut. Kali ini ide kreatif yang dibagikan adalah cara pembuatan empek-empek dari ikan gabus. Kegiatan ini bekerjasama dengan pengelola kolam pemancingan Putro Ijo Bang Fatwa Amri. Selain sebagai penyedia bahan dan peralatan masak, Bang Fatwa Amri juga bertindak sebagai koordinator bagi para peserta yang ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Alhasil kegiatan yang diinstrukturi oleh Bella Janessia yang merupakan peserta PSP3 asal Palembang  ini berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti. Dalam kegiatan ini ikut hadir ibu-ibu PKK Gampong Aneuk Laut, KKN UNS, KKN Unsyiah, Dosen Pendamping KKN Unsyiah dan para tamu yang berkunjung ke kolam pemancingan Putro Ijo.


Empek-empek yang dibuat dalam kegiatan ini adalah empek-empek lenjer, kapal selam, dan empek-empek lenggang. Berdasarkan hasil uji rasa dari para tamu dan peserta kegiatan, empek-empek ini benar-benar terasa lembut dan enak. Hasil dan resep yang diajarkan sangat layak untuk menjadi referensi dalam memasak empek-empek. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana melalui kerjasama dengan pihak lain. 

Proses penggorengan empek-empek

Kamis, 29 Januari 2015

Liburan Kreatif di Rumah Kreatif

Pada tanggal 26-30 Desember 2014 lalu Rumah Kreatif mengadakan kegiatan Liburan Kreatif. Kegiatan ini diadakan untuk mengisi liburan sekolah anak-anak di Kota Sabang khususnya dengan kegiatan yang bermanfaat. Target peserta dari Liburan Kreatif ini adalah anak-anak usia sekolah sampai dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Kelas Kreatif yang diadakan adalah kelas lampion unik, Berkebun asik, kelas clay asik, kreatif kelobot jagung, kelas eceng gondok, dan kelas kokoru. Hal unik dari kegiatan ini adalah peserta bisa mengikuti kelas manapun dan semuanya gratis tanpa dipungut biaya apapun.


Peserta dari kegiatan Liburan Kreatif ini cukup banyak dan menjadi kebanggan sendiri dari pihak Rumah Kreatif atas berhasilnya pelaksanaan kegiatan pengisi liburan ini. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu agenda prioritas untuk mengisi waktu liburan sekolah.  Kedepannya pengelola Rumah Kreatif sangat berharap bisa bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa berbagi kreatifitas ini di berbagai daerah lainnya. Tidak hanya untuk Kota Sabang, Pengelola Rumah Kreatif juga mencanangkan kegiatan Liburan Kreatif ini bisa diadakan di daerah-daerah lainnya. Sudah saatnya kita mengisi liburan sekolah dengan hal-hal yang bermanfaat.



Kegiatan Liburan Kreatif di Rumah Kreatif

Foto Bersama dalam kegiatan Liburan Kreatif di Rumah Kreatif



Rumah Kreatif untuk Kota Sabang

Pada tanggal 30 Desember 2014 lalu melalui kegiatan kreatif pengolahan eceng gondok Rumah Kreatif  berkesempatan mengenalkan kreatifitas ini pada turis dari Malaysia. Suatu kebanggaan turis tersebut sangat tertarikk untuk melihat dan mempelajari langsung proses pengolahan eceng gondok yang ada di Rumah Kreatif. Turis asal Malaysia yang didampingi oleh pemandu wisata asal Banda Aceh tersebut sangat antusias mempelajari semua tahapan proses pengolahan eceng gondok hingga menjadi produk kreatif. Kreatifitas unik yang berkesempatan dipelajari oleh turis tersebut di Rumah Kreatif adalah pembuatan kotak tisu dari eceng gondok yang dikombinasikan dengan kelobot jagung.
Foto bersama dengan hasil kreatifitas dari eceng gondok


Foto bersama dengan hasil kreatifitas dari eceng gondok


Kotak tisu hasil olahan eceng gondok yang dikombinasikan dengan kelobot jagung

Senin, 22 Desember 2014

APA ITU PSP3???

Berbicara tentang pembangunan nasional, tidak akan pernah ada habisnya. Pembangunan yang merupakan bagian mendasar dalam peradaban suatu negara pasti akan diprioritaskan. Salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional adalah pembangunan ekomoni. Negara dapat dikatakan sebagai negara maju, berkembang dan terbelakang dikarenakan faktor pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara. Tidak heran banyak negara yang memprioritaskan pembangunan ekonomi sebagai tujuan awal dalam pembangunan negaranya.

Pembangunan ekonomi di Indonesia masih belum stabil. Hal tersebut dikarena tidak meratanya dalam pembangunan. Sentralisasi pembangunan banyak dilakukan di kota-kota besar, yang akhirnya menimbulkan perbedaan yang nyata antara daerah kota dan daerah yang jauh dari kota. Salah Satunya adalah pembangunan di perdesaan dapat dikatakan daerah yang  jauh dari kota.

Pusat administratif terkecil dapat dilihat di desa. Desa merupakan daerah yang sangat istimewa. Hal tersebut dapat dilihat dalam suatu desa mempunyai adat, budaya, kebiasaan, potensi, sampai pada proses politik dalam pemilihan kepala desa. Keistimewaan desa tersebut masih kurang disadari oleh sebagian orang atau memang mereka cenderung melihat kota. Inilah yang mengakibatkan banyaknya urbanisasi dari desa ke kota. Urbanisas mengakibatkan penduduk desa yang kebanyakan para pemuda akhirnya lebih memilih meninggalkan desanya untuk mengadu nasib di kota. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, perlu upaya serius dan strategis untuk mengatasi  ketimpangan pembangunan yang ada di kota dan desa.


Salah satu program yang cukup efektif dalam mengatasi masalah ini adalah PSP-3 (Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan) Program ini merupakan program unggulan dari Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Tujuan program ini tidak lain adalah untuk mendelegasikan pemuda unggul yang ada di Indonesia untuk mengabdikan dirinya di desa. Dengan harapan desa tersebut akhirnya mampu berdikari dan dapat mempunyai keunggulan lokal sebagai kekuatan ekonomi  yang mempunyai berdaya saing tinggi.

Tugas utama dari peserta program PSP-3 dalam pembangunan daerah perdesaan ada tiga hal yakni; kegiatan Penggerakan, kegiatan pendampingan dan kegiatan kemandirian. Melalui kegiatan penggerakan diharapkan mampu untuk mengaktifkan atau membangun kegiatan masyarakat yang ada di perdesaan. Kegiatan pendampingan diharapkan mampu untuk mengawal roda pemerintahan yang ada di perdesaan sekaligus kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada di perdesaan. Melalui kegiatan kemandirian diharapkan para peserta program PSP-3 mampu menjadi pribadi yang mandiri sekaligus mendukung kemandirian masyarakat di daerah penempatan. 
Foto bersama setelah acara penutupan pembekalan peserta PSP-3